StreamTafsir Al-Muyassar: Surat Nuh Ayat 23-28 dan Mukadimah Surat Al-Jin by Radio Rodja 756AM on desktop and mobile. Play over 265 million tracks for free on SoundCloud.
MResky S 29/05/2020. Kandungan Surah Al-Jin Ayat 8-10 ini, diterangkan Allah menambah lagi pernyataan jin ketika Dia mengutus Nabi Muhammad dan menurunkan Al-Qur’an kepadanya serta menjaga beliau dari jin-jin itu. Langit ketika itu dijaga dengan ketat, dan panah-panah api disediakan di seluruh penjuru langit untuk mencegah
Judul: Tafsir Jalalain Surat Al-Jin Ayat 9 Dipublikasikan oleh Elnasih78 Rating 5 dari 5 Kategori : Surat Al-Jin Tafsir Jalalain Surat Al-Jin Ayat 9. وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا
TafsirSurat Al-Jin, ayat 11-17 Get link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Other Apps; October 27, 2015 وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا (11) وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعْجِزَ اللَّهَ
Postentang Tafsir Al-Qu’ran yang ditulis oleh mujahidinkekasihallah. Mujahidin Kekasih Allah. Setiap saat didunia ini adalah kenangan diakhirat. Beranda; RSS. Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Jin (Juz 29) ..(741 kb) Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Muzammil (Juz 29) ..(0,99 MB)
Live l TAFSIR SURAT AL JIN #5 📔[Bahasa Jawa] 🎙Ustadz Muslim Al-Atsary
TAFSIRSURAT AL- FALAQ, SEMANGAT BELAJAR PEMBAHASAN. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka
seluruhbangsa jin dan manusia.85 Artinya keRasulan Nabi Muhammad bersifat sebagaimana terdapat dalam surat al-Fatihah : 2, sehingga kata al-‘a>lami>n dapat mengarah pada bahan pembicaraan secara umum para mufasir mengenai tafsir kata al-Ard di dalam al-Qur`an, yang mana arah pembicaraan tersebut mengarah pada dua pendapat, yakni.
0Qe0r. Teks Bacaan Surat Al Jin Arab Latin dan Terjemahannya - Surat Al-Jin jika diartikan berarti "Jin". dinamai Al-Jinn karena mengambil pada kalimat pada ayat pertama surah ini. Al-Jin sendiri turun di kota mekkah dan masuk golongan surat makkiyah. surat ini terdiri dari 28 ayat dan merupakan surat dengan urutan ke 72 dalam Al-Quran. Surat Al Jin memiliki banyak sekali makna dan kandungan didalamnya salah satu diantaranya adalah pernyataan iman segolongan jin kepada ALLAH SWT dan bahwa bangsa jin ada yang mukmin dan ada pula yang kafir. bahkan diterangkan pula bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur'an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur'an tersebut. Nah, langsung saja anda simak berikut ini lafadz dan teks bacaan surat Al Jin versi tulisan arab dan latin lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya agar bisa dimengerti dan dipahami isi kandungan tiap tiap ayatnya . . . Baca Juga Surat Nuh Teks Bacaan Surat Al Jin Arab Latin dan Terjemahannya Surah Al-Jin Versi Tulisan Arab بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا ﴿١﴾ يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ﴿٢﴾ وَأَنَّهُ تَعَالَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا ﴿٣﴾ وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّـهِ شَطَطًا ﴿٤﴾ وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن تَقُولَ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا ﴿٥﴾ وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ﴿٦﴾ وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ اللَّـهُ أَحَدًا ﴿٧﴾ وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ﴿٨﴾ وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَّصَدًا ﴿٩﴾ وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا ﴿١٠﴾ وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا ﴿١١﴾ وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن نُّعْجِزَ اللَّـهَ فِي الْأَرْضِ وَلَن نُّعْجِزَهُ هَرَبًا ﴿١٢﴾ وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَىٰ آمَنَّا بِهِ ۖ فَمَن يُؤْمِن بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا ﴿١٣﴾وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَـٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا ﴿١٤﴾ وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا ﴿١٥﴾ وَأَن لَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاءً غَدَقًا ﴿١٦﴾ لِّنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا ﴿١٧﴾ وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّـهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّـهِ أَحَدًا ﴿١٨﴾ وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّـهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا ﴿١٩﴾ قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا ﴿٢٠﴾ قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا ﴿٢١﴾ قُلْ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ اللَّـهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا ﴿٢٢﴾ إِلَّا بَلَاغًا مِّنَ اللَّـهِ وَرِسَالَاتِهِ ۚ وَمَن يَعْصِ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ﴿٢٣﴾ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًا ﴿٢٤﴾ قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا ﴿٢٦﴾ إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴿٢٧﴾ لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا ﴿﴾٢٨ Surat Al Jin Latin 1. qul uuhiya ilayya annahu istama’a nafarun mina aljinni faqaaluu innaa sami’naa qur-aanan ajabaan2. yahdii ilaa alrrusydi faaamannaa bihi walan nusyrika birabbinaa ahadaan3. wa-annahu ta’aalaa jaddu rabbinaa maa ittakhadza shaahibatan walaa waladaan4. wa-annahu kaana yaquulu safiihunaa alaa allaahi syathathaan5. wa-annaa zhanannaa an lan taquula al-insu waaljinnu alaa allaahi kadzibaan6. wa-annahu kaana rijaalun mina al-insi ya’uudzuuna birijaalin mina aljinni fazaaduuhum rahaqaan7. wa-annahum zhannuu kamaa zhanantum an lan yab’atsa allaahu ahadaan8. wa-annaa lamasnaa alssamaa-a fawajadnaahaa muli-at harasan syadiidan wasyuhubaan9. wa-annaa kunnaa naq’udu minhaa maqaa’ida lilssam’i faman yastami’i al-aana yajid lahu syihaaban rashadaan10. wa-annaa laa nadrii asyarrun uriida biman fii al-ardhi am araada bihim rabbuhum rasyadaan11. wa-annaa minnaa alshshaalihuuna waminnaa duuna dzaalika kunnaa tharaa-iqa qidadaan12. wannaa zhanannaa an lan nu’jiza allaaha fii al-ardhi walan nu’jizahu harabaan13. wa-annaa lammaa sami’naa alhudaa aamannaa bihi faman yu/min birabbihi falaa yakhaafu bakhsan walaa rahaqaan14. wa-annaa minnaa almuslimuuna waminnaa alqaasithuuna faman aslama faulaa-ika taharraw rasyadaan15. wa-amaa alqaasithuuna fakaanuu lijahannama hathabaan16. wa-allawi istaqaamuu alaa alththhariiqati la-asqaynaahum maa-an ghadaqaan17. linaftinahum fiihi waman yu’ridh an dzikri rabbihi yasluk-hu adzaaban sha’adaan18. wa-anna almasaajida lillaahi falaa tad’uu ma’a allaahi ahadaan19. wa-annahu lammaa qaama abdu allaahi yad’uuhu kaaduu yakuunuuna alayhi libadaan20. qul innamaa ad’uu rabbii walaa usyriku bihi ahadaan21. qul innii laa amliku lakum dharran walaa rasyadaan22. qul innii lan yujiiranii mina allaahi ahadun walan ajida min duunihi multahadaan23. illaa balaaghan mina allaahi warisaalaatihi waman ya’shi allaaha warasuulahu fa-inna lahu naara jahannama khaalidiina fiihaa abadaan24. hattaa idzaa ra-aw maa yuu’aduuna fasaya’lamuuna man adh’afu naasiran wa-aqallu adadaan25. qul in adrii aqariibun maa tuu’aduuna am yaj’alu lahu rabbii amadaan26. aalimu alghaybi falaa yuzhhiru alaa ghaybihi ahadaan27. illaa mani irtadaa min rasuulin fa-innahu yasluku min bayni yadayhi wamin khalfihi rashadaan28. liya’lama an qad ablaghuu risaalaati rabbihim wa-ahatha bimaa ladayhim wa-ahsaa kulla syay-in adadaan Arti Bahasa Indonesia Qs Al-Jin Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 1. Katakanlah hai Muhammad "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan Al Qur'an, lalu mereka berkata "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan, 2. yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami, 3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak pula beranak. 4. Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah , 5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. 6 Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. 7. Dan sesungguhnya mereka jin menyangka sebagaimana persangkaan kamu orang-orang kafir Mekah, bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang rasulpun, 8. dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, 9. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barangsiapa yang mencoba mendengar-dengarkan seperti itu tentu akan menjumpai panah api yang mengintai untuk membakarnya. 10. Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui dengan adanya penjagaan itu apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. 11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada pula yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. 12. Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak pula dapat melepaskan diri daripada Nya dengan lari. 13. Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk Al Qur'an, kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak takut pula akan penambahan dosa dan kesalahan. 14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta'at dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta'at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. 15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka Jahannam". 16. Dan bahwasanya jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu agama Islam, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar rezki yang banyak. 17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat. 18. Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping menyembah Allah. 19. Dan bahwasanya tatkala hamba Allah Muhammad berdiri menyembah-Nya mengerjakan ibadat, hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. 20. Katakanlah "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya". 21. Katakanlah "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak pula sesuatu kemanfa'atan". 22. Katakanlah "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari azab Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya". 23. Akan tetapi aku hanya menyampaikan peringatan dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. 24. Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. 25. Katakanlah "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi kedatangan azab itu, masa yang panjang?". 26. Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. 27. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga malaikat di muka dan di belakangnya. 28. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. Sekian sudah artikel tentang Teks Bacaan Surat Al Jin Arab Latin dan Terjemahannya. semoga ada manfaatnya dan kita bisa istiqomah dalam membacanya serta tidak lupa mengamalkan apa yang tertuang didalamnya.
Tafsir Surat Al Jin Ayat 6 Ketika Jin Menakut-Nakuti Manusia. Foto Ilustrasi Alquran - Surat Al Jin ayat 6 berisi tentang seorang laki-laki yang meminta perlindungan kepada seorang laki-laki yang sebetulnya adalah jin. Ulama tafsir Imam Ibnu Katsir memberikan penjelasan tafsir atas ayat tersebut dalam kitab tafsirnya. Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka jin menjadikan mereka manusia bertambah sesat" QS Al Jin ayat 6. Ibnu Katsir memaparkan, ayat tersebut merujuk pada masa awal sebelum Islam datang, ketika orang-orang Arab biasa menuruni lembah atau sebuah tempat terpencil di sebuah hutan belantara. Di sana mereka meminta perlindungan kepada kebesaran atau keagungan lembah tersebut dari para jin. Permintaan tersebut disampaikan agar mereka dihindarkan dari sesuatu yang buruk yang ditimpakan oleh para jin. Namun sebetulnya permintaan perlindungan kepada keagungan tempat lembah itu sama saja dengan meminta bantuan jin agar dilindungi dari kalangan jin sendiri. Dalam keadaan itulah, yang terjadi justru jin tidak takut dan malah berani terhadap orang yang meminta perlindungan itu. Sehingga, orang yang meminta tersebut menjadi lebih takut, panik, dan terteror. Menukil dari pendapat Imam Qatadah, makna dari "... tetapi mereka jin menjadikan mereka manusia bertambah sesat". yaitu orang yang meminta perlindungan kepada keagungan lembah itu telah melakukan perbuatan dosa, dan jin tambah berani mengganggu atau melawan orang tersebut. Ibnu Jarir Ath Thobari dalam tafsirnya, yang menukil dari riwayat Ibnu Abbas, menyampaikan, di zaman jahiliyah, seorang laki-laki biasa bermalam di sebuah lembah dan ia akan meminta perlindungan di lembah itu. Padahal yang dilakukannya itu justru hanya menambah dosa. Imam Ath Thobari juga menukil dari riwayat Ibnu Zaid, dan menyampaikan bahwa maksud dari "... mereka jin menjadikan mereka manusia bertambah sesat", yakni jin justru menambah ketakutan orang-orang yang meminta perlindungan kepada penguasa atau keagungan lembah. Dengan melakukan hal tersebut, orang itu malah bertambah dosanya. Sumber BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Surah Al Jinn Jin Surah ke-72. 28 ayat. Makkiyyah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ayat 1-7 Berita tentang sebagian jin yang mendengarkan Al Qur’an, lalu mereka tersentuh olehnya dan beriman serta mengagungkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan ajakan mereka kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala. قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا ١ يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ٢وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلا وَلَدًا ٣ وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا ٤ وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ٥ وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ٦ وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا ٧ Terjemah Surat Al Jinn Ayat 1-7 1. [1]Katakanlah Muhammad kepada manusia, “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al Quran[2], lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan Al Qur’an, 2. yang memberi petunjuk kapada jalan yang benar[3], lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami[4], 3. dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami[5], Dia tidak beristri dan tidak beranak[6]. 4. Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah[7], 5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah[8], 6. dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan[9] kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka jin menjadikan mereka manusia bertambah sesat[10]. 7. Dan sesungguhnya mereka jin mengira seperti kamu orang musyrik Mekah dan juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun pada hari Kiamat[11]. Ayat 8-13 Keadaan jin yang mencuri berita dari langit, keadaan langit yang dijaga oleh para malaikat dan pengiriman meteor kepada mereka setelah diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan keanehan mereka terhadap peristiwa itu. وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ٨ وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا ٩ وَأَنَّا لا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الأرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا ١٠ وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا ١١ وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعجِزَ اللَّهَ فِي الأرْضِ وَلَنْ نُعْجِزَهُ هَرَبًا ١٢ وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلا يَخَافُ بَخْسًا وَلا رَهَقًا ١٣ Terjemah Surat Al Jinn Ayat 8-13 8. Dan sesungguhnya kami jin telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api[12], 9. dan sesungguhnya kami jin dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar berita-beritanya. Tetapi sekarang[13] siapa mencoba mencuri dengar seperti itu pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai untuk membakarnya[14]. 10. Dan sesungguhnya kami jin tidak mengetahui adanya penjagaan itu apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya[15]. 11. Dan sesungguhnya di antara kami jin[16] ada yang saleh dan ada pula kebalikannya[17]. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda[18]. 12. Dan sesungguhnya kami jin telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri dari-Nya[19]. 13. Dan sesungguhnya ketika kami jin mendengar petunjuk Al Qur’an, kami beriman kepadanya. [20]Maka barang siapa beriman kepada Tuhan[21], maka tidak perlu lagi ia takut rugi[22] atau dizalimi[23]. [1] Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah pergi bersama beberapa orang para sahabatnya menuju pasar Ukazh. Sedangkan para setan telah dihalangi mendengarkan berita dari langit; mereka telah dilempari panah api sehingga mereka kembali tidak jadi mencuri berita, dan setan-setan yang lain berkata, “Ada apa dengan kamu?” Mereka menjawab, “Kami telah dihalangi mendapatkan berita dari langit dan telah dihujani panah-panah api.” Lalu setan-setan yang lain itu mengatakan, “Tidaklah keadaannya demikian kecuali karena ada sesuatu yang terjadi. Oleh karena itu, lakukanlah perjalanan di bagian timur bumi dan bagian baratnya, kemudian lihatlah apa yang sedang terjadi.” Maka mereka para setan itu pergi ke bagian timur bumi dan bagian baratnya untuk melihat kejadian apa yang menghalangi mereka untuk mendengarkan berita dari langit. Sedangkan para setan yang pergi menuju Tihamah pergi mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di Nakhlah ketika Beliau sedang dalam perjalanan menuju pasar Ukazh dan shalat Subuh dengan para sahabatnya. Ketika mereka mendengarkan Al Qur’an, maka mereka memperhatikannya dengan seksama dan berkata, “Inilah yang menghalangi kamu mendengar berita dari langit.” Ketika itulah mereka kembali ke kaum mereka dan berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan Al Qur’an,– yang memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,” Dan Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat kepada Nabi-Nya, “Katakanlah Muhammad, “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al Quran,…dst.” Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, Hakim, Baihaqi dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah. [2] Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menghadapkan mereka sekumpulan jin kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk mendengarkan ayat-ayat-Nya agar hujjah tegak terhadap mereka, nikmat menjadi sempurna dan mereka menjadi pemberi peringatan terhadap kaum mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam untuk menceritakan berita ini kepada manusia, dimana ketika mereka sekumpulan jin tiba di dekat Beliau, mereka berkata kepada sesama mereka, “Diamlah.” setelah mereka semua terdiam, mereka mendengarnya dan memahami maknanya, dan hakikatnya pun sampai ke hati mereka. [3] Yakni yang menunjukkan kepada segala yang bermaslahat bagi manusia baik bagi agama maupun dunia mereka. Inilah arti Ar Rusyd. [4] Setelah ini. Mereka menggabung antara beriman’ yang masuk ke dalamnya semua amal baik, dan antara bertakwa yang mengandung arti meninggalkan keburukan. Sebab yang mendorong mereka beriman dan melakukan pengiringnya adalah apa yang mereka ketahui dari pengarahan Al Qur’an, kandungannya yang terdiri dari maslahat, faedah dan menjauhi bahaya. Hal itu, karena Al Qur’an adalah ayat yang agung, hujjah yang qath’i bagi orang yang mengambil sinar darinya dan mengambil petunjuk darinya. Itulah iman yang bermanfaat yang membuahkan segala kebaikan yang dibangun di atas petunjuk Al Qur’an, berbeda dengan iman karena ikut-ikutan yang berada dalam bahaya syubhat dan berbagai aral yang melintang. [5] Dari apa yang dinisbatkan kepada-Nya. [6] Mereka mengetahui dari keagungan Allah dan kebesaran-Nya, batilnya orang yang mengatakan bahwa Allah punya istri dan anak karena Dia mempunyai keagungan dan kebesaran pada setiap sifat sempurna, sedangkan mempunyai istri atau anak menafikan hal itu karena bertentangan dengan sempurnanya kecukupannya. [7] Yang dimaksud dengan perkataan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai istri dan anak. Hal ini karena kebodohan mereka dan kelemahan akalnya. [8] Yakni kami tertipu sebelumnya, dan yang membuat kami tertipu adalah para pemimpin kami dari kalangan jin dan manusia, kami terlalu bersangka baik dengan mereka dan mengira bahwa mereka tidak akan berani berdusta terhadap Allah. Oleh karena itulah, kami sebelumnya mengikuti mereka, namun sekarang kebenaran telah jelas bagi kami, kami pun kembali dan tunduk kepadanya dan tidak peduli dengan perkataan siapa pun yang bertentangan dengan petunjuk. [9] Ada di antara orang-orang Arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. [10] Atau bisa maksudnya bertambah takut. Dan bisa juga maksudnya, bahwa perbuatan yang dilakukan manusia itu membuat jin bertambah sombong dan melampaui batas karena melihat manusia menyembah dan meminta perlindungan kepada mereka. [11] Oleh karena mereka mengingkari kebangkitan, maka mereka berani berbuat syirk dan melampui batas. [12] Syuhub adalah jama’ syihaab yang artinya panah api atau meteor. Mereka dilimpari syuhub ketika hendak mencuri berita dari langit. [13] Yang dimaksud dengan sekarang, ialah waktu setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diutus menjadi rasul. [14] Dari sini mereka mengetahui, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala hendak mengadakan sesuatu yang besar di bumi; entah sesuatu itu baik atau buruk, sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya. [15] Yakni ini keburukan atau itu kebaikan yang akan terjadi. Hal itu, karena mereka melihat keadaan yang telah berubah yang mereka ingkari, maka mereka mengetahui dengan kecerdasan mereka bahwa perkara ini kebaikan adalah yang Allah inginkan untuk penduduk bumi. Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang adab mereka, karena mereka sandarkan kebaikan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan terhadap keburukan, mereka hilangkan fa’ilnya/pelakunya karena beradab terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’aala. [16] Setelah mendengarkan Al Qur’an. [17] Yakni yang fasik dan yang kafir. [18] Ada yang muslim dan ada yang kafir. [19] Yakni bahwa sekarang jelaslah bagi kami sempurnanya kekuasaan Allah dan sempurnanya kelemahan kami, dan bahwa ubun-ubun kami di Tangan Allah; kami tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri dari-Nya meskipun kami telah berusaha meloloskan diri. Oleh karena itu, tidak ada tempat perlindungan bagi kami selain kembali kepada-Nya. [20] Selanjutnya mereka menyebutkan sesuatu yang mendorong manusia melakukannya. [21] Dengan iman yang sebenarnya. [22] Seperti dikurangi kebaikannya. [23] Seperti ditambah keburukannya. Ada pula yang mengartikan rahaqaa’ dengan mendapatkan gangguan dan keburukan. Apabila seseorang selamat dari keburukan, maka ia akan memperoleh kebaikan. Dengan demikian, iman merupakan sebab untuk memperoleh semua kebaikan dan terhindar dari semua keburukan.